Hold The Wave

My Blog

artikel

artikel

Kisah Tragis 6 Hewan Laut yang Terdampak Sampah Plastik

Kisah Tragis 6 Hewan Laut yang Terdampak Sampah Plastik 1. Kura-kuraSeperti banyak hewan laut lainnya, penyu laut mengira sampah plastik sebagai sumber makanan yang layak, kadang-kadang menyebabkan penyumbatan dalam sistem pencernaan mereka. Studi terpisah dari 2013 menunjukkan sebanyak 50 persen penyu laut menelan plastik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mati karenanya. Studi lain tentang spesies Loggerhead menemukan bahwa 15 persen kura-kura muda yang diteliti menelan sejumlah besar plastik sehingga sistem pencernaan mereka terhambat. 2. Anjing dan singa LautKehidupan makhluk laut dapat terjerat dalam berbagai puing-puing laut, seperti jaring ikan dan umpan. Namun, ada sejumlah anjing laut dan singa laut yang terjerat dalam kantong plastik yang menyebabkan cedera dan kematian. Sebuah studi delapan tahun di Alaska Tenggara dan British Columbia mendokumentasikan 388 singa laut yang terjerat dalam puing-puing plastik. Kantong plastik dan karet gelang ini dapat melekat pada hewan sehingga menyebabkan infeksi dan kematian yang parah. 3. Burung lautPolusi plastik menyebabkan kematian jutaan spesies burung laut setiap tahun. Bisa dibilang lebih dari burung lainnya, spesies Albatros laysan telah sangat dipengaruhi oleh sampah plastik melalui teknik berburu mereka. Ketika burung laut ini menyelam ke lautan untuk menangkap ikan, cumi-cumi, atau makanan lain, mereka tanpa sadar mematuk plastik yang ‘berenang’ di sekitar perairan. 4. IkanIkan, bersama dengan hampir semua mamalia laut yang membawa masuk air melalui insangnya, semakin berisiko menelan plastik mikroskopis. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Exeter Inggris menemukan bahwa plastik mikroskopis ini justru lebih sulit dilepaskan ketimbang menelan secara lisan sampah plastik. 5. Paus dan Lumba-lumba Seperti mamalia laut lainnya, paus sering salah mengartikan sampah plastik di laut sebagai sumber makanan potensial. Dalam beberapa spesies, mirip dengan albatros, mulut ikan paus begitu besar sehingga tanpa sadar mengambil puing-puing plastik (teknik yang diamati pada paus balin). Sebuah penelitian juga menemukan bahwa ratusan spesies cetacea telah terkena dampak negatif oleh polusi plastik dalam dua dekade terakhir. Obstruksi sering menusuk dan merobek lapisan lambung, yang menyebabkan kelaparan dan kematian. sumber: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/digilife/1096005-kisah-tragis-6-hewan-laut-yang-terdampak-sampah-plastik?page=all

artikel

Apa manfaat lingkungan dari menjaga pantai kita tetap bersih?​

Apa manfaat lingkungan dari menjaga pantai kita tetap bersih? Menjaga kebersihan pantai sangat penting untuk menjaga kesehatan dan vitalitas ekosistem pesisir dan laut kita! Pantai yang bersih berperan penting dalam melindungi kehidupan laut. Selain menjaga habitat alami, meningkatkan kualitas air, dan mengurangi dampak perubahan iklim, pantai juga mendukung keanekaragaman hayati, memberikan ketahanan terhadap bencana alam, dan menyediakan tempat bersarang yang aman bagi spesies yang terancam punah. Di bawah ini, kami telah membagikan beberapa contoh manfaat lingkungan dari menjaga kebersihan rumah. Ada banyak manfaat lingkungan yang diberikannya. 1. Perlindungan Kehidupan LautMengurangi Tertelan dan Terjerat: Pantai yang bersih mengurangi jumlah plastik dan sampah lainnya di darat. Selain itu, pantai yang bersih mencegah hewan laut menelan atau terjerat. Hal ini menurunkan angka kematian dan membantu menjaga populasi spesies laut yang sehat.Rantai Makanan yang Lebih Sehat: Mencegah polusi mencapai lautan. Ini membantu memastikan racun dan mikroplastik tidak memasuki jaring makanan laut. Hal ini juga memastikan jumlah mikroplastik yang masuk tidak berkurang. Sayangnya, mikroplastik semakin banyak ditemukan. Setiap upaya untuk mengurangi keberadaannya dalam makanan sangatlah penting. 2. Pelestarian Habitat AlamStabilitas dan Vegetasi Bukit Pasir: Pantai yang bersih mendorong pertumbuhan tanaman asli yang menstabilkan bukit pasir dan mencegah erosi. Hal ini menciptakan ekosistem pesisir yang lebih tangguh.Konservasi Keanekaragaman Hayati: Lingkungan yang bersih mendukung beragam spesies, dari organisme mikroskopis di pasir hingga hewan yang lebih besar seperti burung, kepiting, dan penyu laut. 3. Peningkatan Kualitas AirPolutan yang Berkurang: Dengan menjaga pantai tetap bersih, kita meminimalkan jumlah zat berbahaya (seperti plastik, bahan kimia, dan sampah) yang dapat terbuang atau tumpah ke laut, sehingga meningkatkan kualitas air.Ekosistem Laut yang Lebih Sehat: Air bersih mendukung siklus hidup berbagai organisme laut, berkontribusi pada kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan. Kebutuhan akan air bersih tidak hanya terbatas pada air keran yang kita minum. 4. Mitigasi Dampak Perubahan IklimPemisahan Karbon: Ekosistem pesisir yang sehat, seperti hutan bakau dan padang lamun, dapat menghilangkan sejumlah besar karbon dioksida, membantu mengurangi perubahan iklim.Ketahanan Terhadap Bencana Alam: Pantai yang bersih dan sehat dengan ekosistem yang utuh memberikan perlindungan alami terhadap gelombang badai dan erosi pantai, sehingga mengurangi dampak bencana alam. 5. Peningkatan Keindahan Alam dan Layanan Ekosistem Nilai Estetika: Pantai yang bersih menjaga keindahan alamnya, yang penting bagi integritas ekologi wilayah pesisir.Layanan Ekosistem: Pantai yang sehat menyediakan layanan ekosistem penting seperti siklus nutrisi, penguraian limbah, dan penyediaan habitat, yang penting untuk berfungsinya ekosistem pesisir. 6. Konservasi Spesies yang Terancam PunahPerlindungan Lokasi Bersarang: Pantai yang bersih menyediakan tempat bersarang yang aman bagi spesies yang terancam punah seperti penyu laut, yang mengandalkan pasir murni untuk bertelur.Mengurangi Polusi Cahaya: Dengan menjaga pantai tetap bersih dan bebas dari serpihan, kita juga meminimalkan polusi cahaya yang dapat membingungkan tukik dan satwa nokturnal lainnya.Kesimpulannya, manfaat lingkungan dari menjaga kebersihan pantai kita sangat besar dan luas. Dengan menjaga kebersihan garis pantai, kita melindungi satwa laut dari bahaya polusi, melestarikan habitat alami yang vital, dan meningkatkan kesehatan laut kita secara keseluruhan. Pantai yang bersih berkontribusi pada peningkatan kualitas air, mendukung keanekaragaman hayati, dan memberikan ketahanan penting terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Lebih lanjut, pantai yang bersih memastikan generasi mendatang dapat menikmati dan memperoleh manfaat dari keindahan alam dan kekayaan ekologi lingkungan pesisir kita. Berkomitmen terhadap kebersihan pantai bukan sekadar tindakan pengelolaan lingkungan, tetapi merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan planet kita. sumber: https://baleforce.com/what-are-the-environmental-benefits-of-keeping-our-beaches-clean/

artikel

Mikroplastik di Lautan dan Ancaman Serius bagi Ekosistem

Mikroplastik di Lautan dan Ancaman Serius bagi Ekosistem apa itu mikroplastik? 1. Primer: Produk industri seperti microbeads dalam kosmetik, serat sintetis, dan partikel abrasif lainnya. 2. Sekunder: Hasil degradasi plastik yang lebih besar seperti botol, kantong, atau jaring ikan akibat paparan sinar UV dan gelombang laut. Berdasarkan laporan UNEP, setiap tahun, sekitar 11 juta ton plastik masuk ke laut, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada 2040 jika tidak ada tindakan signifikan. Dampak Mikroplastik pada Ekosistem Laut1. Bahaya bagi Biota LautMikroplastik sering tertelan oleh biota laut, mulai dari plankton hingga ikan besar. Dalam rantai makanan, mikroplastik dapat mengganggu proses metabolisme dan menyebabkan kematian akibat tersumbatnya saluran pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa 30% ikan yang ditangkap di perairan Indonesia memiliki kandungan mikroplastik dalam tubuhnya. 2. Efek Biokimia Mikroplastik sering membawa zat kimia beracun seperti PCB, BPA, dan DDT. Ketika termakan oleh organisme laut, zat-zat ini dapat menimbulkan efek toksik, termasuk gangguan hormon dan reproduksi. 3. Dampak pada ManusiaKarena manusia mengonsumsi ikan dan hasil laut lainnya, mikroplastik juga masuk ke dalam rantai makanan manusia. Menurut penelitian WHO, meskipun dampak langsung terhadap kesehatan manusia masih diteliti lebih lanjut, adanya mikroplastik dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif dan inflamasi. Mengapa Indonesia Rentan terhadap Masalah Ini?Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia menghasilkan sekitar 3,2 juta ton sampah plastik setiap tahun, di mana 1,29 juta ton berakhir di laut. Kurangnya pengelolaan limbah yang efektif, penggunaan plastik sekali pakai yang masif, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama. Upaya Penanganan Mikroplastik1. Kebijakan PemerintahIndonesia telah meluncurkan National Action Plan on Marine Debris dengan target mengurangi sampah plastik di laut hingga 70% pada 2025. Langkah ini melibatkan pengurangan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, dan pemberdayaan masyarakat. 2. Peran Inovasi TeknologiBeberapa teknologi seperti bioplastik berbasis rumput laut dan mesin penyaring mikroplastik mulai dikembangkan. Universitas Airlangga sendiri sedang melakukan penelitian mengenai pemanfaatan biota laut untuk membantu penguraian mikroplastik secara alami.3. Kesadaran dan EdukasiPerubahan perilaku masyarakat adalah kunci utama. Kampanye nasional untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta pengenalan gaya hidup zero waste perlu diperluas.4. Kolaborasi InternasionalSebagai bagian dari perjanjian G20, Indonesia bekerja sama dengan negara lain untuk mengurangi polusi plastik di laut, berbagi teknologi, dan mendukung riset global. sumber: https://kumparan.com/harvinda-rachma-ajeng-fitriana/mikroplastik-di-lautan-dan-ancaman-serius-bagi-ekosistem-24AULR5W0gP/full

artikel

Buang Sampah Sembarangan: Apa Dampaknya?

Buang Sampah Sembarangan: Apa Dampaknya? Kamu pasti sering melihat orang buang sampah sembarangan, entah di jalan, sungai, atau bahkan area umum.Masalah ini kelihatannya sepele, tapi sebenarnya bisa membawa dampak besar untuk lingkungan dan kesehatan manusia.Kebiasaan buang sampah sembarangan membuat kota jadi kotor, menimbulkan banjir, bahkan bisa memicu penyakit. Karena itu, penting banget untuk kita bahas kenapa kebiasaan ini harus dihentikan. Apa Itu Buang Sampah Sembarangan?Secara sederhana, buang sampah sembarangan adalah kebiasaan membuang limbah di tempat yang tidak semestinya.Sampah seharusnya dibuang ke tempat pembuangan atau dikelola sesuai jenisnya, misalnya organik, anorganik, atau B3 (bahan berbahaya dan beracun).Nah, sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi pencemar utama tanah, udara, dan air. Jadi, ketika seseorang buang sampah sembarangan, sebenarnya ia sedang memperbesar risiko pencemaran lingkungan. Mengapa Orang Masih Buang Sampah Sembarangan?Meski sudah banyak kampanye, kenyataannya kebiasaan ini masih sering terjadi. Ada beberapa alasan kenapa orang masih melakukannya: Kurangnya Kesadaran. Banyak orang belum paham dampak jangka panjang dari buang sampah sembarangan. Fasilitas Tempat Sampah Terbatas. Di beberapa tempat umum, tempat sampah masih jarang tersedia sehingga orang memilih membuangnya sembarangan. Budaya Instan dan Malas. Ada yang merasa lebih cepat membuang sampah di mana saja daripada mencari tempat pembuangan. Kurang Tegasnya Penegakan Hukum. Meski ada aturan dan denda, penerapannya sering longgar sehingga orang tidak merasa jera. Apa Dampak Buang Sampah Sembarangan?Dampak buang sampah sembarangan sangat luas, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga sosial. Berikut beberapa di antaranya: Menyumbat Saluran Air dan Menyebabkan Banjir. Sampah plastik atau anorganik yang menumpuk di drainase bisa membuat air tidak mengalir, akhirnya banjir terjadi. Menimbulkan Penyakit. Sampah menjadi sarang nyamuk, tikus, dan lalat yang membawa penyakit seperti demam berdarah, diare, dan leptospirosis. Merusak Ekosistem Laut. Sampah plastik yang dibuang ke sungai berakhir di laut. Hewan laut bisa memakannya dan mati, bahkan mikroplastik bisa kembali ke tubuh manusia lewat makanan. Menurunkan Kualitas Hidup. Lingkungan kotor membuat pemandangan tidak nyaman, menimbulkan bau, dan bisa menurunkan nilai properti suatu daerah. Menghasilkan Emisi Gas Berbahaya. Sampah organik yang membusuk bisa menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Dampak Buang Sampah Sembarangan untuk KesehatanBuang sampah sembarangan tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga membawa risiko bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi: Menjadi Sarang Penyakit. Sampah yang menumpuk bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, lalat, dan tikus yang membawa penyakit seperti demam berdarah, malaria, leptospirosis, hingga diare. Mencemari Air Bersih. Sampah organik maupun plastik yang masuk ke saluran air dapat mencemari sumber air bersih. Air yang terkontaminasi berisiko menularkan penyakit pencernaan seperti kolera, tifus, dan disentri. Mengganggu Kualitas Udara. Sampah yang membusuk menghasilkan gas metana dan bau tidak sedap, sedangkan sampah yang dibakar sembarangan melepaskan zat beracun yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan, asma, dan iritasi paru-paru. Menurunkan Kebersihan Lingkungan. Lingkungan yang penuh sampah meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi luka, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat karena kondisi sekitar yang kotor dan tidak sehat. Bagaimana Cara Menghindari Buang Sampah Sembarangan?Kabar baiknya, kebiasaan buang sampah sembarangan bisa dicegah dengan langkah sederhana. Berikut tips yang bisa kamu lakukan: Biasakan Buang Sampah pada Tempatnya. Selalu cari tempat sampah terdekat. Jika tidak ada, simpan sementara dan buang saat menemukan tempat yang tepat. Pisahkan Sampah Sesuai Jenisnya Organik: sisa makanan, daun, kulit buah. Anorganik: plastik, botol, kaleng. B3: baterai, lampu, elektronik bekas. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai. Bawa botol minum, tas belanja kain, atau wadah makan sendiri agar sampah plastik berkurang. Ikut Program Daur Ulang. Banyak komunitas yang menerima sampah plastik atau barang bekas untuk didaur ulang. Edukasi Keluarga dan Anak Sejak Dini. Anak-anak perlu diajari sejak kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dukung Aturan dan Sanksi Tegas. Jangan takut mengingatkan orang lain dan dukung kebijakan yang menindak pelanggar kebersihan. sumber: https://www.halodoc.com/artikel/buang-sampah-sembarangan-apa-dampaknya?srsltid=AfmBOorJqX_UZrC-hGxuwwq1udbC-Fs4NreeiKHSKZxmIqiz54P6-z5_

artikel

Pantai Teluk Labuan Disebut Terkotor di Indonesia, Ini Faktanya!

Pantai Teluk Labuan Disebut Terkotor di Indonesia, Ini Faktanya! Pandeglang – Pantai identik dengan tempat yang indah. Namun pantai satu ini alih-alih indah, justru penuh sampah.Mendengar kata pantai, yang terbayang pastilah tempat untuk berlibur atau melepaskan penat dengan melihat pemandangan alam. Berbeda dengan anggapan itu, Pantai Teluk Labuan justru bukan tempat yang tepat untuk menikmati suasana alam yang asri. Disebut Pantai TerkotorPantai Teluk Labuan disebut sebagai pantai terkotor di Indonesia. Gelar itu diberikan oleh sebuah komunitas peduli lingkungan yang kerap menggelar aksi bersih-bersih sampah, Pandawara Group. Bagaimana tidak, dalam video beberapa waktu lalu yang mereka bagikan. Terlihat sampah di area pantai yang begitu berlimpah. Membuat mereka perlu mengajak berbagai pihak untuk ikutan aksi bersih-bersih sampah. Sempat Disinggung Menteri KKPSebelum disebut sebagai pantai terkotor di Indonesia oleh Pandawara Group, pantai ini juga sempat disinggung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono. Dilansir dari beberapa sumber, Wahyu meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan segera menggerakkan masyarakat untuk membersihkan sampah. Hal itu karena Pantai Labuan memang telah lama tercemar oleh sampah organik maupun non organik. Gunung Sampah Pinggir LautSampah di pantai ini begitu menggunung. Bahkan menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Achmad Saepudin, volume sampah di Pantai Teluk Labuan diperkirakan mencapai 360 ton. Angka itu masih merupakan estimasi dari hasil kegiatan bersih-bersih bersama di Pantai Teluk Labuan pada Senin (22/5). Dia menyebut kalkulasi saat diangkut kurang lebih sebanyak 60 rit atau 60 kali angkut pakai dum truk. Volume sampah tidak dapat terhitung secara keseluruhan, karena sampah menumpuk di tepi pantai dan Sebagian tergenang di air. Sampah Tak Dikeruk SemuaAkibat menggunungnya sampah di Pantai Labuan, membuat sampah ini jadi tak bisa diangkut sepenuhnya. Sebagian sampah akhirnya sengaja tak diangkut untuk mencegah terjadinya abrasi. Asal SampahGunung sampah yang ada di Pantai Teluk Labuan disebut tak hanya disebabkan aktivitas warga. Bupati Pandeglang Irna Narulita menyebutkan bahwa sampah tersebut juga ada andil kiriman berbagai daerah. Melansir berbagai sumber, Irna menyebut kondisi pantai yang cekung dan terdapat sungai Cipunten Agung yang mengalir ke pantai membuat sampah dengan mudah terbawa ke pantai. Sedangkan pada penelusuran detikcom, tumpukan sampah tersebut juga karena kebiasaan warga setempat yang membuang ke laut. “Emang udah biasa dibuangnya ke laut. Mau gimana lagi, tempat penampungannya (untuk sampah) juga enggak ada,” kata seorang warga bernama Rusna kepada detikcom saat ditemui di Pandeglang, Banten, Minggu (17/1/2021). Menurutnya, tumpukan sampah di sana telah terjadi selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut diperparah karena warga desa lain ikut-ikutan membuang sampah ke bawah jembatan yang dekat dengan akses menuju Pantai Labuan. Permasalahan Sampah Menyangkut Kesadaran Masyarakat dan PemerintahPermasalahan sampah di Pantai Labuan Banten dirasa cukup kompleks, karena berkaitan dengan tata Kelola sampah dan kebiasaan masyarakat. Menurut Rusna, warga akan memiliki kesadaran tidak membuang sampah ke laut jika pemerintah setempat bisa mencarikan solusinya. Namun, ia berujar selama ini kondisi sampah di sana seolah dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut yang jelas. “Sekarang begini, kita disuruh jangan buang sampah ke laut tapi tempat penampungannya juga enggak ada. Mau gimana coba? Dibuang ke laut itu karena nggak ada tempatnya,” tutur Rusna. Namun di sisi lain, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Achmad Saepudin, menyebut kesadaran masyarakat sangat rendah sekali. Dia menyebut pihaknya sempat memberikan truck angkut sampah namun tidak dijalankan. Lalu pihaknya mencoba sistem berlangganan, namun masyarakat disebut tidak mau membayar. Sumber: https://travel.detik.com/travel-news/d-6830718/pantai-teluk-labuan-disebut-terkotor-di-indonesia-ini-faktanya.

Scroll to Top